About Us Products Outlets After Sales Blog NOTALE
Kesehatan

Ini 3 Alasan Tubuh Sering Sakit di Musim Pancaroba

Comala | 20 November 2025 17:27

Share:
Ini-3-Alasan-Tubuh-Sering-Sakit-di-Musim-Pancaroba

Setiap kali musim berganti, tubuh rasanya jadi lebih gampang drop—mulai dari batuk, pilek, sampai nyeri sendi. Banyak orang menyebutnya “musim pancaroba”, yaitu masa transisi antara musim hujan dan kemarau, di mana suhu udara, tekanan, dan kelembapan berubah drastis.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, kasus ISPA dan flu musiman meningkat hingga 30% saat musim pancaroba. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi cuaca ekstrem yang membuat daya tahan tubuh menurun.
Tak hanya itu, perubahan kelembapan udara juga bisa memicu pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus di sekitar kita. Lalu, apa sih yang sebenarnya bikin tubuh sering sakit di musim pancaroba? Ini tiga alasannya.


1. Perubahan suhu yang ekstrem bikin imun tubuh menurun
Pagi bisa dingin, siang panas, malam lembap—perubahan suhu yang cepat seperti ini membuat tubuh kesulitan beradaptasi. Sistem imun jadi “kaget” dan akhirnya menurun. Menurut penelitian dari Harvard Medical School, perubahan suhu ekstrem bisa mengganggu fungsi sel imun hingga 40%, membuat tubuh lebih rentan terserang flu dan infeksi.
Tipsnya, selalu jaga tubuh tetap hangat di pagi dan malam hari, cukup tidur, dan konsumsi makanan bergizi untuk membantu daya tahan tetap optimal.


2. Kelembapan tinggi jadi sarang virus dan jamur
Saat udara terasa lembap, bukan hanya perabot yang cepat berjamur—virus dan bakteri juga lebih mudah berkembang. Lingkungan dengan kelembapan di atas 65% RH (Relative Humidity) bisa mempercepat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.
Itulah kenapa di musim pancaroba, banyak orang mengalami batuk, pilek, hingga kulit gatal akibat jamur. Untuk mencegahnya, pastikan sirkulasi udara di rumah lancar dan gunakan dehumidifier agar kelembapan tetap ideal.


3. Kualitas udara menurun akibat polutan terperangkap
Di masa peralihan musim, angin sering berubah arah dan udara menjadi lebih lembap. Kondisi ini membuat debu dan partikel polutan sulit keluar dari ruangan. Akibatnya, kamu bisa merasa sesak, pusing, atau mudah lelah.
Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan, paparan udara lembap yang tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 25% lebih tinggi dibanding udara kering bersih.
Musim pancaroba memang tak bisa dihindari, tapi kamu bisa melindungi tubuh dari efeknya. Salah satu langkah paling sederhana adalah menjaga kualitas udara di rumah agar tetap sehat dan kering.
Gunakan Notale Dehumidifier Kavu, perangkat pengatur kelembapan yang mampu menurunkan kadar air berlebih di udara. Dengan teknologi canggih dan sensor otomatis, Kavu menjaga kelembapan tetap ideal di kisaran 45–60% RH—mencegah jamur, bakteri, dan udara pengap yang bisa memicu penyakit.
Saat musim pancaroba datang, jangan biarkan udara lembap melemahkan tubuhmu. Biarkan Notale Dehumidifier Kavu bantu jaga udara tetap sehat di setiap pergantian musim.